Puasa Bersama Syetan

19 Agustus 2010

Puasa Bersama Syetan
– Secara nilai, puasa merupakan benteng yang Allah anugerahkan kepada hamba-hambaNya dari segala godaan setan berjenis jin dan manusia. Tapi, yang namanya setan, justru dalam pelaksanaan ibadahlah mereka lebih gencar melancarkan godaan kepada manusia. Setidaknya, puasa bisa menjadi cacat.

Ada sepuluh kiat agar puasa yang kita lakukan bisa terus bernilai dan tidak cacat. Yaitu:

Satu, pertahankan niat semata-mata karena Allah swt.

Inilah dasar seberapa bagus kualitas ibada puasa seseorang. Kalau niat sudah melenceng, nilai ibadah menjadi rusak. Untuk itu, persoalan niat yang hanya Allah dan si orang itu sendiri yang tahu, harus benar-benar dijaga kemurniannya.

Jangan pernah terpengaruh dengan celaan, apalagi pujian. Baik datangnya serius, atau main-main. Biasanya, setan akan membisikkan dengan lembut ke hati kita ketika kita berusaha penuh menjaga nilai puasa kita. Setan berbisik, sepertinya hanya Anda seorang di tempat ini yang puasanya paling bagus.

Kalau kita merasakan getaran bisikan setan seperti ini, cepat-cepatlah istighfar dan muhasabah, agar perangkap setan tidak jadi menjerat kita.

Dua, paksakan diri untuk menunaikan ibadah sunnah.

Selain pahala ibadah yang Allah lipatgandakan di bulan Ramadan, kesibukan menunaikan ibadah sunnah seperti shalat tarawih, tahajud, shalat dhuha, shalat rawatib, dan lain-lain akan mengecilkan peluang setan masuk ke hati kita. Karena setan sulit menembus hati yang dipenuhi zikrullah.

Karena itulah, biasanya setan mengkondisikan kita untuk merasa berat menunaikan ibadah sunnah. Biasanya dia berbisik, ah cuma sunnah aja kan. Allah juga tahu Anda lagi sibuk! Dan seterusnya.

Tiga, akrabkan lidah untuk senantiasa zikir dan tilawah.

Jangan biarkan diri kita terjebak dalam lamunan kosong. Karena saat itulah setan membimbing kita untuk masuk dalam imajinasi kotor dan menyesatkan. Biasakan lidah kita terlatih untuk menyebut asma Allah di semua kesempatan dan keadaan.

Tilawah Alquran juga merupakan siraman ruhani yang luar biasa, terutama untuk mereka yang sudah paham bahasa Arab. Untuk yang belum paham arti bacaan Alquran, getaran ayat-ayat yang kita bacakan mempunyai pengaruh positif untuk hati dan fisik kita.

Empat, biasakan untuk tetap berwudhu, walau dalam tidur sekalipun.

Wudhu selain mampu mendatangkan rasa sejuk, juga memberikan benteng diri dari kecenderungan untuk melakukan maksiat. Orang yang berwudhu akan selalu berusaha untuk berada dalam kesucian, baik fisik maupun batin. Sehingga, setan sulit mendekati mereka yang terbentengi dengan wudhunya.

Selain itu, dalam keadaan berwudhu mampu menstimulasi orang untuk melaksanakan ibadah sunnah karena tidak lagi direpotkan dengan acara ke toilet, buka kaos kaki, dan hal-hal lain yang merepotkan.

Lima, jangan terlalu lama ngobrol dengan siapa pun.

Umumnya, orang yang berpuasa merasa bosan dengan waktu luang yang ada. Ngobrol atau berbicara dengan teman, baik langsung atau via telepon, menjadi pilihan yang asyik.

Awalnya, mungkin sekadar menyapa, tapi tidak tertutup kemungkinan, akan berkembang menjadi gosip, ghibah, fitnah, dan lain-lain. Karena itu, silakan ngobrol dengan siapa pun yang kita senangi, tapi harus ketat dalam soal waktu dan tema pembicaraan.

Enam, jangan pergi ke mal atau pusat belanja, kecuali mendesak.

Untuk mengisi waktu kosong, biasanya orang mencari tempat yang nyaman seperti mal atau pusat belanja. Selain ber-ac, mal memamerkan barang-barang dengan diskon yang menggiurkan.

Saat itulah, setan menggiring kita untuk merasa perlu dan butuh dengan barang-barang yang sebetulnya tidak penting dan mendesak. Tanpa disadari, kita masuk dalam perangkap tabzir atau pemborosan. Padahal, masih banyak keperluan lain yang jauh lebih penting dan mendesak.

Tujuh, hindari televisi kecuali sebagai media informasi.

Televisi ibarat pisau bermata dua: ada manfaat, tapi banyak juga mudharatnya. Dalam suasana puasa, baik dalam berbuka atau sahur, apalagi dalam waktu kosong, biasanya kita nyambi dengan menonton televisi. Saat itulah, berbagai jendela tayangan kita saksikan. Ada gosip, buka aurat, senandung yang melalaikan, dan lain-lain.

Karena itu, usahakan untuk menyetel televisi hanya untuk kebutuhan informasi. Baik berupa berita, kajian keislaman, informasi bisnis dan pendidikan, dan lain-lain. Jangan buka peluang setan untuk ikut ’main’ dalam acara yang kita saksikan.

Delapan, pilih waktu tidur siang yang tepat.

Setiap orang punya sudut keseimbangan yang berbeda. Ada yang sibuk pada pagi, ada siang, bahkan ada yang malam. Karena itu, pilih waktu tidur yang tepat sesuai kesibukan kita, agar tidur tidak justru mengurangi waktu produktif kita.

Jangan dibuka peluang tidur untuk sepanjang siang penuh, mulai dari pagi hingga sore hari. Rasulullah saw. menganjurkan untuk tidur sebentar pada siang hari. Bukan pagi atau sore. Apalagi sepanjang waktu siang dan sore.

Sembilan, makan dan minumlah sekadar mengobati lapar dan haus setelah berpuasa.

Secara syariat memang dihalalkan untuk makan dan minum bagi orang berpuasa pada malam hari, jam berapa pun, selama makanan dan minumannya halal. Tapi, orang kerap lupa bahwa nilai inti dari puasa adalah menahan dan mengendalikan nafsu, termasuk makan dan minum.

Karena itu, atur pola makan dan minum saat berbuka. Jangan sampai karena asyik berbuka, shalat maghrib menjadi terlalaikan. Dan jangan sampai karena terlalu kenyang, shalat sunnah tarawih dan tahajud menjadi tidak lagi menarik, alias terjebak malas.

Tidak terlalu kenyangnya perut di saat malam, juga akan menumbuhkan rasa kepekaan kita terhadap fakir miskin. Karena mereka bukan sekadar puasa pada siang hari, pada malam pun mereka terbiasa berpuasa karena terpaksa.

Sepuluh, jangan lewatkan waktu sebelum sahur untuk curhat kepada Allah swt.

Di antara kenikmatan di bulan Ramadan adalah kita menjadi mudah terkondisikan untuk bangun malam. Biasanya, orang bangun lebih pagi dari biasanya hanya untuk makan sahur.

Kesempatan ini sebenarnya sangat sayang. Karena, saat itulah waktu yang paling mustajab untuk kita berdekat-dekat dengan Allah swt. Setidaknya kita bisa menunaikan shalat witir dan kemudian curhat dalam permohonan doa dan ampunan kepada Allah swt. (muhammadnuh@eramuslim.com)


Ramadhan Bersama Iblis ; Iblis Siapakah Engkau ?

4 Februari 2009

Ramadhan Bersama Iblis ; Iblis Siapakh Engkau ?. Siapakah Iblis itu ?. Sebuah pertanyaan klasik yang sulit untuk dijawab secara tuntas. Setiap jawaban tentang iblis, selalu menimbulkan pertanyaan lebih lanjut. Akibatnya sosok iblis yang sangat terkenal itu semakin menarik untuk dikaji dan Iblis sosok iblis yang misterius semakin menjadi semakin misterius

Posting ramadahan bersama iblis ini yang lebih difokuskan kepada jawabn “ Iblis Siapakah Engaku ?.” akan mencoba kajian tentang iblis ini secara lebih terfokus tentang asal usul iblis yang penuh misteri dan menimbulkan banyak perbendaan pendapat dikalangan ulama dan ahli ilmu

Melakukan kajian tentang asal usul iblis tidak terlepas dari kisah pembangkangan iblis terhadap Allah SWT yang termuat dalam Al-Quran surat Al Baqarah Ayat 34 yang berbunyi :

øŒÎ)ur $oYù=è% Ïps3Í´¯»n=uKù=Ï9 (#r߉àfó™$# tPyŠKy (#ÿr߉yf|¡sù HwÎ) }§ŠÎ=ö/Î) 4’n1r& uŽy9õ3tFó™$#ur tb%x.ur z`ÏB šúï͍Ïÿ»s3ø9$#

“ dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada Para Malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia Termasuk golongan orang-orang yang kafir. ”

Pengertian sujud disini berarti menghormati dan memuliakan Adam, bukanlah berarti sujud memperhambakan diri, karena sujud memperhambakan diri itu hanyalah semata-mata kepada Allah.

Dari ayat Al Quran tersebut Allah memerintahkan kepada malaikat untuk memuliakan Adam. Seluruh malaikat pun sujud kepada Adam sesuai dengan perintah Allah. Kecuali iblis yang membangkang. Iblis tidak mau memuliakan Adam.

Dari pengertian tersebut berkembang dua pendapat tentang asal usul iblis yaitu :

1. Iblis Berasal Dari Malikat

Alasan iblis beraal dari malaikat adalah dalam ayat tersebut dinyatakan bahwa

dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada Para Malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” Maka sujudlah mereka kecuali Iblis ”

Kata “ kecuali iblis “ menurut pendapat tersebut menyatakan bahwa iblis adalah bagian dari yang diperintah yaitu “ malaikat “ karena yang diperintahkan untuk bersujud memuliakan Adam adalah Malaikat

2. Iblis Bukan Berasal Dari Malaikat

Dari ayat tersebut juga , kata “ Kecuali Iblis “ disini berarti yang diperintahkan untuk memuliakan Adam adalah seluruh makhluk yang diciptakan Allah lebih dahulu dari Adam tidak terkecuali iblis, sehingga kata “ Kecuali Iblis “ bukan berarti menyatakan iblis bagian dari malaikat

Pendapat mana yang paling benar diantara dua pendapt tersebut ?.

Apakah iblis berasal atau bagian dari malaikat ataukah iblis itu makhluk yang bebeda dari malaikat ?

Untuk menjawab pertanyaan ini, sebagai orang awam yang sedikit sekali diberi pengetahuan oleh Allah SWT tentang masalah gaib. Tentunya kita akan sulit untuk memberikan jawaban secara terperinci dan tegas

Namun demikian, Allah telah menjelaskan tentang asal usul iblis lebih terperinci dalam surat Al Kahfi ayat ke 50 yang berbunyi :

øŒÎ)ur $uZù=è% Ïps3Í´¯»n=yJù=Ï9 (#r߉ßÚó™$# tPyŠKy (#ÿr߉yf|¡sù HwÎ) }§ŠÎ=ö/Î) tb%x. z`ÏB Çd`Éfø9$# t,|¡xÿsù ô`tã ̍øBr& ÿ¾ÏmÎn/u‘ 3 ¼çmtRrä‹Ï‚­GtFsùr& ÿ¼çmtF­ƒÍh‘èŒur uä!$uŠÏ9÷rr& `ÏB ’ÎTrߊ öNèdur öNä3s9 Br߉tã 4 }§ø©Î/ tûüÏJÎ=»©à=Ï9 Zwy‰t/ ÇÎÉÈ

“ dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada Para Malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, Maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, Maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil Dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim. “

Iblis yang menolak untuk bersujud memuliakan Adam adalah iblis dari golonga jin. “ Maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin “ jadi dari ayat ini iblis yang enggan untuk bersujud memuliakan Adam bukan dari seluruh golongan iblis tetapi hanya sebagian iblis, yaitu iblis dari golongan jin

Kalau demikian , Apakah iblis itu berasal atau bagian dari jin atau jin merupakan berasal atau bagian dari iblis ?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita perhatikan surat Ar Rahmaan ayat ke 15 berikut ini :

t,n=yzur ¨b!$yfø9$# `ÏB 8l͑$¨B `ÏiB 9‘$¯R

“ dan Dia menciptakan jin dari nyala api. “

Jadi jin diciptakan Allah dari nyala api bukan dari api sebab nyala api merupkan sifat dari api, bukan api.

Selanjutnya perhatikan surat Al A’raaf ayat ke 12 yang berbunyi :

tA$s% $tB y7yèuZtB žwr& y‰àfó¡n@ øŒÎ) y7è?ósDr& ( tA$s% O$tRr& ׎öyz çm÷ZÏiB ÓÍ_tFø)n=yz `ÏB 9‘$¯R ¼çmtGø)n=yzur `ÏB &ûüÏÛ

“ Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang Dia Engkau ciptakan dari tanah”.

Dari dua ayat Al-Quran di atas sudah diketahui bahwa iblis bukan berasal dari jin tetapi jin merupakan bagin dari kelompok iblis karena nyala api merupakan akibat dari adanya api, jin merupakan akibat dari adanya iblis

Jadi yang tidak mau bersujud memuliakan adam adalah kelompok iblis dari golongan jin bukan iblis secara keseluruhan.

Kembali kepada pertanyaan awal. Apakah iblis berasal dari bagian dari malaikat ?.

Untuk menjawab pertanyaan itu, setelah diketahui tentang asal usul iblis, mari kita lihat asal usul malaikat yaitu menurut riwayat menyatakan bahwa malaikat itu diciptakan malaikat dari nur atau cahaya ( ? ) sehingga antara iblis dan malaikat terdapat perbedaan yang sangat nyata atau iblis bukan berasal dari malaikat

Jadi apa hubungannya antara Ramadhan bersama iblis ; Iblis siapakah engkau ? Dengan mengetahui asal usul iblis kita juga akan mengetahui kelebihan dan kekurangan iblis, sehingga iblis tidak bisa dengan leluasa menjalankan misinya dengan prosedur tetap yang sudah disetujui Allah atau protab iblis menggoda manusia

Karena iblis adalah makhluk gaib yang tidak bisa dilihat dengan mata. Hal ini sudah dibahas dalam posting “ Fenomena Penampakkan Iblis “ dalam blog ini. Kalau belum membaca silahkan membaca kembali.

Iblis sebagai makhluk gaib tidak bisa dilihat mata manusia. Manusia tidak tahu kapan iblis tersebut akan menyerang. Namun yang pasti sebagai musuh iblis pasti akan menyerang manusia dengan menjalankan protabnya. Akibatnya dalam menghadapai iblis; musuh yang tidak terlihat manusia harus tetap dalam kondisi siaga I atau siaga perang selalu.

Sikap siaga I ini bertujuan untuk meminimalisasi resiko yang akan ditimbulkan atas serangan mendadak iblis yang gaib itu. Sikap siaga I ini dilakukan dengan cara selalu berada dalam kondisi suci lahir dan batin. Serta memperbanyak zikir dan mendekatkan diri kepada Allah SWT seperti selalu menjaga diri dalam kondisi beruduk dan selalu memperbaharui uduk lahir dan batin

Pilihan selalu berada dalam sikap siaga I menghadapi iblis didasarkan kepada sabda Rasulullah yang menyatakan bahwa, Apabila kamu marah, maka beruduklah karena marah itu berasal dari iblis dan iblis itu berasal dari api. Api akan padam oleh air.

Insya Allah dengan selalu menjaga uduk dan memperbaharui uduk, kita denganbaik bisa menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan yang sebentar lagi akan datang ibadah – ibadah lainnya yang pada bulan Ramadhan Allah menjanjikan pahala yang berlipat ganda .. Amin

Baca juga Artikel Artikel myrazano yang lain :

1. Kajian Ilmu Tauhid ( myrazano.co.cc )
2. Disini Juga Ada ( Lebih Lengkap dan Terperinci )
3. Atau disini ( bahasa Inggris yang amburadul )
4. dan disini juga bahasa Inggris ( posting Awal & persiapan )


Ramadhan bersama iblis

1 Agustus 2008

Ramadhan. Ramadhan bersama iblis. Ramadhan dan iblis merupakan dua kata yang secara hakikat saling berlawanan. Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Ramadhan adalah bulan kesempatan mengumpulkan pahala sebanyak – banyaknya karena pada bulan Ramadhan seluruh ibadah dilipat gandakan Allah pahalanya. Ramadhan juga bulan perjuangan. Bulan pertarungan dengan tujuan yang sangat luar biasa yaitu terhapus dari segala dosa yang telah berlalu. Ramadhan juga bulan ujian. Barang siapa yang berhasil lulus menghadapi ujian Ramadhan akan diwisuda oleh Allah sebagai orang yang bertaqwa dan imbalannya sudah pasti, yaitu hidayah dari Allah berupa surga yang penuh dengan segala kenikmatan. Ramadhan adalah bulan suci. Dan banyak lagi istilah dan predikat yang diberikan kepada bulan Ramadhan yang mulia yang merupakan penghulu segala bulan ini.

Iblis adalah makhluk yang diciptakan Allah untuk menggoda iman manusia. Iblis tidak akan rela dan tidak akan membiarkan manusia mendapatkan hidayah Allah pada bulan Ramadhan yang juga dinyatakan sebagai bulan pengampunan. Iblis pasti tidak akan membiarkan manusia terbebas dari dosa. Apabila itu terjadi maka iblis akan gagal mendapatkan teman di neraka. Iblis juga akan dinyatakan Allah sebagai makhluk yang gagal menjalankan misinya membawa umat manusia kelembah kehinaan dan akibatnya murka Allah Akan bertambah besar kepada iblis. Disamping itu iblis sebelumnya sudah mendapat gelar atau predikat sebagai makhluk yang ingkar terhadap Allah dan dinyatakan dengan gelar “ iblis laknatullah”. Kemana muka keiblisannya akan disembunyikan dihadapan Allah bila pada bulan Ramadhan Iblis juga gagal menjalankan misinya mengibliskan umat manusia seluruhnya

Dari dua paragraf di atas sudah dapat ditebak dan diperkirakan ke arah mana posting ini akan dibawa. Yaitu, bagai mana selama bulan Ramadahan yang sebentar lagi akan datang ini, bisa sama –sama dimanfaatkan secara baik dan benar antara manusia dan iblis.

Manusia berjuang mendapatkan hidayah Allah dan iblis tetap menikmati keingkarannya tanpa mengganggu manusia yang sedang beribadah. Silahkan saja iblis ikut menikmati keistimewaan bulan Ramadhan bersama teman dan anak buahnya seperti jin, setan termasuk setan dalam ujud manusia atau manusia – manusia setan yang rela dan ikhlas membuat dirinya diperbudak oleh iblis

Melalui posting ini, kita akan mencoba mengupas kiat – kiat sukses menjalani bulan Ramadhan tanpa harus terganggu atau merasa terganggu atau tergoda oleh iblis dan anak buahnya serta manusia – manusia setan yang telah rela menjadikan dirinya menjadi budah iblis.

Sebagai mana posting sebelumnya, telah dibahas masalah penampakan iblis dengan judul posting “ Fenomena Penampakan Iblis “ ( coba baca lagi kalau belum sempat membaca )

Dari kajian tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa sebetulnya iblis adalah makhluk yang lemah. Iblis tidak bisa berbuat apa – apa tanpa ada keinginan manusia untuk menerima godaan dan gangguan iblis itu. Dari cara kerja iblis menggoda manusia atau prosedur tetap iblis dalam menjalankan misinya atau protab iblis yang sudah disetujui Allah untuk menghancurkan manusia kelembah kehinaan. Protab tersebut tidak akan berjalan bila manusia tidak pernah memberikan kesempatan kepada iblis menjalankan misinya.

Pada bagian inilah bisa diterapkan kebenaran kata – kata bijak yang menyatakan bahwa, untuk menang dalam sebuah pertempuran kita harus mengenali musuh secara lebih baik. Bahkan Jengis Khan pernah berkata “ Aku lebih senang mempunyai musuh yang pintar dari pada mempunyai teman yang bodoh “

Tapi iblis bukanlah musih yang pintar. Iblis adalah musuh yang gigih. Iblis adalah musuh yang tidak mau dengan mudah menyerah sebelum misinya berhasil dicapai. Selain itu iblis adalah musuh yang diberi hak untuk tidak berkreasi dan berinprovisasi serta berinovasi dalam tugasnya, sehingga dengan mengenal protab iblis yang diizinkan Allah, dengan mudah kita bisa menghindar dari kehancuran dan penyesalan selepas Ramadhan

Apa saja bunyi protab iblis itu … ???
Bagaimana protab iblis berjalan .. ???
dan Kapan protab itu bisa dijalankan… ???

Dan lain – lain yang mungkin ada dalam pertanyaan kita. Karena keterbatasan kesempatan, Insya Allah kita akan melakukan kajian secara secara bertahap melalui posting – posting berikutnya sebagai persiapan memasuki bulan Ramadhan Yang Mulia dan di Muliakan Allah ini. Serta semoga kita bersama dapat menemui bulan Ramadhan dengan semangat siap untuk menang dan menemukan apa yang diharapkan dengan kedatangan Bulan Penuh Berkah ini … .Amin. …

Baca juga Artikel Artikel myrazano tentang tauhid :







1. Kajian Ilmu Tauhid ( myrazano.co.cc )
2. Atau disini ( bahasa Inggris yang amburadul )
3. dan disini juga bahasa Inggris ( posting Awal & persiapan )


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.