Menolak Pernyataan Nurhidayat Wahid Golput Perbuatan Setan

Entah bagaimana rasanya ketika ada seorang politisi yang dikenal sebagai politisi Islam mengatakan bahwa golput adalah perbuatan mubazir. Sedangkan ia juga menegaskan perbuatan mubazir merupakan perbuatan setan. Ini sama saja politisi tersebut mengatakan golput sebagai perbuatan setan tanpa melihat dan memilah mengapa orang golput. (*)


Ini sama dengan seorang hakim yang memutuskan perkara tanpa melihat bukti-bukti perkara dan para saksinya. Ini sebuah kezhaliman “luar biasa” Ini adalah fitnah yang sangat keji. Ini sangat “tidak adil”.


Ini juga berbeda dengan hasil ijtima’i MUI di Padang yang justru tidak mengharamkan Golput melainkan mengharamkan memilih politisi busuk serta calon yang mengukuhkan sistem yang bertentangan dengan Islam.


Bila mata telah buta oleh kekuasaan dan buta oleh silaunya badan legislatif sebagai sumber penghasilan partai (karena semakin banyak kader dan anggota suatu partai duduk di badan legislatif dari tingkat pusat hingga tingkat daerah -terlebih bagi partai yang mampu meminta komitmen anggotanya yang terpilih untuk menyisihkan sebagian besar penghasilan (gaji dan tunjangan) di dewan ke partai- maka yang haram pun bisa dilakukan sedangkan yang halal justru diharamkan) sehingga mereka merusak tatanan pemikiran dan pemahaman umat dari ajaran-ajaran agama.


Jika belum berkuasa saja sudah berbuat kezhaliman yang sangat berat, bagaimana mereka jika berkuasa? Akankah lebih zhalim lagi terhadap rakyat?

Apakah mengukuhkan suatu sistem yang menyingkirkan Allah sebagai pemilik kedaulatan hukum dan menggantinya dengan manusia-manusia yang dikuasai para pemilik modal itu bukan sesuatu yang haram? Bila mana terhadap Allah saja sudah berani zhalim, lalu bagaimana terhadap sesama manusia terlebih terhadap orang-orang lemah dan rakyat jelata?

Siapakah yang rugi jika ada masyarakat yang tidak memilih dengan alasan tidak ada calon dan partai yang memenuhi kriteria agama? Yang rugi agama dan umat ataukah politisi dan parpol yang “gila” kekuasaan?


Siapakah yang rugi akibat segala aktivitas dan dukungan terhadap sistem demokrasi?


Di manakah letak orang yang memiliki ilmu agama tetapi tidak menggunakannya untuk bisa membedakan mana yang wajib dan mana yang haram ?

Saya termasuk orang-orang yang berlepas diri dari politisi dan partai seperti ini dan sistem yang rusak seperti demokrasi. Ya Allah, Engkau menjadi saksi atas ucapan hamba ini. [khilafah1924]

(*) Lihat Hidayat : Golput Perbuatan Setan,

Sumber : http://swaramuslim.com/posting/more.php?id=6114_0_19_0_M

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: