Peran Dukun Dalam Perampokan BNI

Peran Dukun Dalam Perampokan BNI. Polisi menetapkan 14 tersangka dalam kasus perampokan uang Bank BNI senilai Rp 15 miliar. Satu di antaranya adalah Haji Aceng Idrus, 53, yang berprofesi sebagai dukun.

Juru Bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Chrysnanda Dwi Laksana, Selasa 21 Juli, mengatakan, Aceng merupakan orang yang mengetahui rencana perampokan. “Dia juga orang yang dimintai restu untuk mendoakan agar pencurian selamat.”

Direktur Reserse Kriminal Umum, Komisaris Besar M Iriawan, sempat mengatakan, Aceng bertugas membuat linglung polisi pengawal uang agar tak dapat mengerjakan tugasnya dengan baik.

Sembilan tersangka lainnya memiliki peran masing-masing. Abdul Mubalik, 34, sopir perusahaan jasa pengantar uang Certis Cisco, bertugas memberi kode kepada komplotan perampokan agar menabrak mobil yang dikendarainya.

Suhendi alias Andi, 25, bertugas merencanakan perampokan, membagi peran, dan menyediakan alat kejahatan. Ahmad Sofyan, 29, bertugas mengemudikan mobil Avanza untuk mengangkut uang jarahan.

Insya Putra Subagya, membantu Ahmad Sofyan bersembunyi. Siti Suleha, 36, dan Muat, 42, berperan menyediakan rumah untuk transit uang. Dedi, 22, berperan menyediakan kantong plastik untuk menyimpan uang. Mista, 52, bertugas menyediakan tempat untuk membagi uang.

Sukri, 36, adalah sopir Suleha dan Muat yang bertugas mengemudikan kendaraan APV silver B 2813 BW, untuk memindahkan delapan karung plastik putih berisi uang dari rumah Siti dan Muat ke Karawang dan Cikopo.

Pada Senin 13 Juli lalu, mobil Certis Cisco yang dikemudikan Abdul Mubalik disewa untuk memindahkan uang tunai senilai Rp 15 miliar dari BNI cabang Soewarna di Kompleks Bandara Soekarno-Hatta ke kantor BNI pusat di Jalan Jenderal Sudirman. Dua petugas keamanan, Ade Johan dan Bripda Edi Purnawan, bertugas mengawal di dalam mobil.

Setibanya di Jalan Tol Latumenten, mobil yang mereka tumpangi ditabrak mobil Suzuki APV milik perampok. Sesaat setelah mobil terhenti, sejumlah pelaku bersenjata api turun dan menodongkan senjata api. Para pelaku kemudian melarikan mobil berisi uang Rp 15 miliar itu.

Ade Johan berhasil kabur sebelum mobil dilarikan. Bripda Edi dibuang di kawasan Tangerang dengan keadaan tangan terborgol. Mobil ditinggal di kawasan Ancol setelah seluruh uang diambil. Sedangkan Abdul Mubalik menghilang bersama perampok.

Bersembunyi di Villa Kuning

Polisi menangkap 10 tersangka perampokan uang milik Bank BNI senilai Rp 15 miliar. Sejumlah pelaku ditangkap dari sejumlah villa persembunyiannya.

Demikian dikatakan Juru Bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Chrysnanda Dwi Laksana, Selasa 21 Juli, meralat informasi awal yang menyebut jumlah pelaku tertangkap 11 orang.

Mereka adalah Muhammad Abdul Mubalik (34), Suhendi alias Andi (25), Ahmad Sofyan (29), Insya Putra Subagya, Siti Suleha (36), Muat (42), Dedi (22), Mista (52), Sukri (36), dan Haji Aceng Idrus (53).

Mubalik dan Andi ditangkap di Villa Kuning di Kampung Dangdang Pengalengan, Jawa Barat pada Jumat 17 Juli malam. Ahmad Sofyan dan Insya Putra ditangkap di villa di kawasan Cisarua Bogor pada Minggu 19 Juli dini hari.

Siti Suleha, Muat, dan Dedi ditangkap di Jalan Malaka III RT 05 RW 6 No 38 Kelurahan Rorotan, Cilincing, pada Sabtu 18 Juli sekitar pukul 05.30. Mista ditangkap di kawasan Karawang, Sukri di Jalan Cilincing II RT 03 RW 04 Cilincing, dan Aceng ditangkap di Cempaka, Desa Saninten, Kaduhejo Pandeglang.

Villa Kuning yang dijadikan tempat persembunyian Mubalik turut disita polisi lantaran rumah peristirahatan itu dibeli sesaat usai perampokan. Villa seharga Rp 500 juta itu dibeli dengan uang hasil perampokan.

Pada Senin 13 Juli lalu, mobil Certis Cisco yang dikemudikan Abdul Mubalik disewa untuk memindahkan uang tunai senilai Rp 15 miliar dari BNI cabang Soewarna di Kompleks Bandara Soekarno-Hatta ke kantor BNI pusat di Jalan Jenderal Sudirman. Dua petugas keamanan, Ade Johan dan Bripda Edi Purnawan, bertugas mengawal di dalam mobil.

Setibanya di Jalan Tol Latumenten, mobil yang mereka tumpangi ditabrak mobil Suzuki APV milik perampok. Sesaat setelah mobil terhenti, sejumlah pelaku bersenjata api turun dan menodongkan senjata api. Para pelaku kemudian melarikan mobil berisi uang Rp 15 miliar itu.

Ade Johan berhasil kabur sebelum mobil dilarikan. Bripda Edi dibuang di kawasan Tangerang dengan keadaan tangan terborgol. Mobil ditinggal di kawasan Ancol setelah seluruh uang diambil. Sedangkan Abdul Mubalik menghilang bersama perampok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: